Data Scientist | Muhammad Ifdhal Zaky Elyasa, Statistika UGM 2013

Kesukaanku pada Matematika dimulai ketika aku masih duduk di SMP. Pada waktu itu guru Matematika mengemas pelajaran Aljabar yang sangat dihindari anak-anak pada zaman itu dengan permainan kuis. Satu kali beliau memberikan kuis pamungkas sebelum waktu istirahat siang, kuis itu ia desain sesulit mungkin. Aku yang hanya biasa-biasa saja di kelas, cukup bersemangat karena jika bisa menjawab kasus tersebut kami akan mendapat jaminan nilai yang tinggi dan otomatis UTS akan mendapat nilai yang cukup tinggi. Ketika semua anak mengumpulkan jawabannya, hanya satu siswa yang berhasil, yaitu aku sendiri. Semenjak kejadian itu, kepercayaan diriku akan kemampuan di Matematika semakin bertambah. Tidak kurang dari 85 nilai Matematika yang kudapat hingga aku lulus SMA.
Kecintaan pada Matematika inilah yang membawaku pada keinginan untuk dapat berkontribusi di masyarakat menggunakan kemampuan ini. Pada awalnya aku hanya mengetahui jurusan-jurusan teknik yang membutuhkan kemampuan kognitif Fisika dan Matematika dengan sedikit sentuhan Kimia, namun ternyata hati berkata lain bahwa aku hanya ingin berkontribusi dengan murni kemampuan berhitung ini. Mulai dari pikiran tersebut, aku mencari-cari jurusan yang dapat menampung minatku ini. Tersebutlah FMIPA ITB yang dekat dari rumah dan mempunyai peminatan ke Aktuaria. Waktu itu, Aktuaria terdengar asing dan sangat keren terdengar. Banyak juga yang bilang bahwa menjadi Aktuaris sangat sulit. Aku hanya bermodal nekat dan mendaftar SNMPTN hanya di FMIPA ITB saja. Qadarullah, saya tidak diterima di FMIPA ITB. Waktu itu perasaan cukup terpukul dan hanya bisa menyelamati teman-teman yang lulus di berbagai macam jurusan di PTN yang bergengsi.
Aku mencoba bangkit untuk bisa mendapatkan FMIPA ITB. Setiap hari aku belajar di bimbel dan mencoba untuk bisa mengahapal segala macam rumus, materi, bahkan kusempatkan menghapalkan berbagai persamaan trigonometri yang kutempel di samping kasur sehingga sebelum tidur akan kupastikan diriku tidur dengan mengingat trigonometri dalam otak. Pada SBMPTN aku mendaftarkan diri di FMIPA ITB (pilihan pertama), Statistika UGM (pilihan kedua), Matematika IPB (pilihan ketiga). Statistika UGM baru kusadari ternyata memiliki peminatan Aktuaria juga sedangkan Matematika IPB kupilih dengan harapan tidak banyak yang mendaftar ke jurusan tersebut sehingga kesempatan aku mendapatkan kampus setidaknya tidak terhenti setahun. Ketika SBMPTN tiba, aku kaget bukan kepalang melihat soal Kimia yang kuketahui itu cukup setara dengan soal-soal SIMAK UI. Soal yang tertera di sana menggunakan soal cerita dan setahuku hanya SIMAK UI yang menggunakan tipe soal tersebut. Perasaan kaget dan kalut melingkupi hatiku hingga akhirnya hanya satu soal saja yang berhasil kujawab. Pulang dengan hati yang cukup getir, namun setidaknya masih bisa berhasil mendapatkan senyuman dari hiburan Orangtua dan SMS-SMS yang kudapat dari teman-teman SMA (waktu itu aku masih menggunakan HP Monokrom, sengaja aku menahan untuk membeli HP Android untuk hadiah jika masuk PTN).
Pengumuman tiba dan aku Alhamdulillah diterima di Matematika IPB. Ayahku cukup kecewa karena ingin melihat anaknya masuk ke ITB. Apa daya, harapan itu pupus sudah. Namun masih ada harapan untuk bisa masuk UGM lewat UTUL (Ujian Tulis, semacam ujian mandiri dan yang mengadakan adalah UGM sendiri). Hanya ada Statistika dan Matematika yang menarik minatku pada waktu itu. Pikirku waktu itu, aku hanya tidak ingin masuk ke jurusan yang sangat murni Matematika sehingga kupilih Statistika UGM menjadi pilihan pertama menyusul Matematika UGM di pilihan kedua. Menjalani UTUL ternyata tidak terlalu berat karena soal yang hampir sama dengan SBMPTN dan ternyata relatif lebih mudah daripada SBMPTN yang kuhadapi tempo hari. Dengan perasaan yakin, aku pulang dengan senyum sumringah tidak sabar dengan pengumumannya nanti.
Sekitar sebulan dari tes dan tepat sehari sebelum hari terakhir pedaftaran ulang di IPB, barulah keluar hasil dari UTUL. Senang bukan main, Alhamdulillah ternyata aku diterima di pilihan pertama, Statistika UGM. Ibu yang sedang di dapur segera berlari memelukku di ruang tengah yang baru selesai sujud syukur. Ayahku lebih hebat lagi, baru masuk kamar mandi untuk mandi, demi mendengar aku teriak kegirangan diambilnya handuk dan keluar ia sebelum berpikir untuk memakai baju kembali. Karena menyadari tidak memakai baju, Ayah hanya mengajak aku salaman dan kembali lagi ke kamar mandi dengan perasaan yang bangga. Dari sinilah titik permulaan aku berpetualang di Kota Budaya yang juga Kota Pelajar.
Statistika mempunyai syarat tidak tertulis bahwa seseorang yang masuk diharuskan mempunyai kemampuan matematis dan permainan logika yang sangat mumpuni. Teori Statistika sangat erat dengan teori Matematika sehingga semua metode yang ada pada Statistika menggunakan teori Matematika. Sebut saja Analisis Variansi untuk membandingkan lebih dari dua faktor agar terlihat faktor mana yang mempunyai hasil yang lebih baik daripada faktor lainnya. Bahkan di sini kita dapat mempelajari Analisis Runtun Waktu yang mana kita dapat memperkirakan apa yang akan terjadi di masa depan dengan melihat tren di masa, contohnya melihat pergerakan saham untuk sebulan ke depan sehingga investor di bursa saham dapat memutuskan akan membeli atau menjual saham perusahaan yang ia minati, dan masih banyak lagi yang dapat dipelajari di jurusan ini.
Saat ini aku sedang masuk ke masa-masa terakhir kuliah di Statistika UGM. Hampir empat tahun kuliah di UGM membuatku menyadari bahwa di Jurusan Statistika ternyata tidak hanya bisa menjadi Aktuaris. Pada saat ini, ada dua jenis pekerjaan yang sedang booming di dunia Perstatistikaan, yaitu Aktuaris dan Data Scientist.
Aktuaris merupakan profesi dari orang yang mendalami ilmu Aktuaria atau dalam keseharian kita mengenal ansuransi. Dalam sepengtahuanku, Aktuaris akan erat kaitannya dengan asuransi. Dengan memanfaatkan perhitungan probabilitas kematian seseorang dan probabilitas harapan hidup seseorang, seorang Aktuaris dapat menentukan jenis-jenis produk asuransi beserta dengan preminya. Karena kemampuannya inilah seorang Fresh Graduate Aktuaris bisa mendapat gaji Rp 10.000.000,- (jika mumpuni dan berkemauann tinggi). Statistika UGM sudah bekerja sama dengan Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) sehingga jika mahasiswa bisa menyelesaikan mata kuliah tertentu dengan nilai minimal A- (berbobot 3,75 dari skala 4) bisa mendapatkan sertifikat dan dapat digunakan di karir sebagai Aktuaris. Seorang yang ingin menjadi Aktuaris harus meghadapi berbagai tes dari PAI untuk bisa dikatakan sebagai Aktuaris. Tingkatan pertama disebut Ajun yang harus melewati delapan tes (delapan sertifikasi) selanjutnya FSA, FSAI, setelah itu baru dapat dikatakann sebagai Aktuaris. Dengan masuk Statistika UGM (dan beberapa universitas besar lainnya yang sudah bekerjasama dengan PAI) dapat lulus dengan predikat Ajun. Jika ingin mengetahui lebih lanjut, dapat dicek di web aktauris.or.id.
Data Scientist merupakan profesi yang muncul karena kemajuan teknologi dewasa ini yang mengubah data menjadi serba digital. Data Scientist mudahnya adalah orang yang dapat menggali informasi dari data yang bertebaran di masyarakat. Mulai dari data sosial media, berita, video-video, gambar-gambar, dan lain sebagainya. Profesi inilah yang membuat Hal Varian, kepala keuangan dari Google, mengatakan “I keep saying that the sexiest job in the next 10 years will be statisticians, and I’m not kidding.” Hal Varian mengatakan itu pada tahun 2009, sehingga dengan prediksinya di tahun 2019 Statistika akan menjadi pekerjaan yang paling diminati, terutama Data Scientist ini. Untuk dapat menjadi seorang Data Scientist, seorang Statistisi harus mempelajari komputasi dalam bidang matematika khususnya statistika dan menguasai berbagai macam metode statistika. Tidak hanya itu, statistisi juga harus cakap dalam bidang yang diminatinya untuk diambil informasi dari berbagai data yang berhubungan dengan bidang tersebut. Once you learn to be a Data Scientist and I’m sure you can do that, you’ll hold the world with information form you data. Karena sekarang semuanya menggunakan data dan hampir semuanya sudah didigitalisasikan. Tidak seperti Aktuaria yang harus melewati berbagai tahapan untuk menjadi seorang Aktuaris, Data Scientist hanya memerlukan kecakapan dan kemauan untuk belajar yang sangat tinggi untuk dapat dikatakan sebagai Data Scientist. Indonesia sendiri sudah mulai menggunakan Data Scientist di perusahaan-perusahaan e-commerce seperti Traveloka, Bukalapak, Tokopedia, bahkan GO-JEK sekalipun. Jika kamu berminat di Matematika dan teknologi, profesi ini sangat cocok dengan minatmu tersebut.
Tidak hanya dua profesi yang dibahas di atas yang dapat kamu kejar jika sudah masuk dunia Statistika. Kamu juga bisa menjadi surveyor, menjadi ahli data di bidang Politik dan mengikuti jejak Ainun Najib yang menyediakan situs independen Quick Count yang sangat kredibel, atau jika nasibmu berkata kamu masuk STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistika), kamu bisa menjadi bagian dari pemerintah untuk menyediakan data-data yang dewasa ini data-data di pemerintah sangat tidak rapih dan tidak terpusat di Badan Pusat Statistika (BPS). Statistika mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan di Indonesia, dan Indonesia butuh orang yang ingin memajukan perstatistikaan Indonesia. Jika kamu tertarik karena tulisan ini, kamu bisa menghubungiku untuk tahu lebih lanjut tentang Statistika dan apa saja yang ada di dalamnya. Jangan takut jika kamu merasa akan kesulitan, karena menurutku setiap jurusan yang ada di dunia kuliah mempunyai kesulitan dan kemudahannya masing-masing. Jadi jika kamu memilih jurusan hanya karena mengira jurusan tersebut mudah untuk dijalani, kamu salah besar. Kamu pasti akan menemui kesulitan di dalamnya. Lebih baik kamu memilih jurusan karena kamu ingin berkontribusi untuk bangsa dan negara dengan ilmu tersebut dan jika kamu menyukai Matematika dan Teknologi, Statistika bisa jadi adalah tempat yang untuk kamu.
 
Salam,
Muhammad Ifdhal Zaky Elyasa
-Pegiat Data Scientist
 
Contact
0813 9100 1146 (SMS/Telpon, WA, Telegram)
@mizeifdhal (LINE dan Twitter)
ifdhal_zaky (Instagram)

2 thoughts on “Data Scientist | Muhammad Ifdhal Zaky Elyasa, Statistika UGM 2013”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *