Masuk ITB dari Jurusan IPS | Angga Fauzan FSRD ITB 2012

Halo !
Saya Angga Fauzan, alumni Desain Komunikasi Visual ITB angkatan 2012. Saya berasal dari sebuah kota kecil bernama Boyolali yang terletak di lereng gunung Merapi dan Merbabu. Sejak SD kelas empat hingga SMA saya belajar di sana, 30 kilometer bolak-balik dari rumah saat SMP dan SMA saya tempuh tiap harinya.  Masa-masa SMA saya banyak saya habiskan di kegiatan organisasi dan kompetisi. Tercatat, saya mengantongi 14 piagam berbagai kejuaraan seperti lomba desain poster, karrrikatur, mural, majalah dinding hingga pidato. Selain itu, saya menjadi kepala divisi di Rohis, Dewan Ambalan, dan mengepalai ekstrakurrikuler Seni Rupa. Konsekuensinya, akademik saya agak tersingkirkan.
Menginjak kelas 3 SMA jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial, saya memutuskan untuk melanjutkan studi di Seni Rupa UNS. Alasannya sederhana, yakni karena saya sering ke UNS, baik untuk mengikuti perlombaan maupun meminjam buku di perpustakaannya, serta saya punya cukup banyak teman di sana. Namun, seorang guru Sosiologi saya saat itu berkata pada saya tepat di dekat kantin sekolah usai saya menjawab kampus tujuan saya,
“Dunia itu luas, tak hanya di Jawa Tengah. Cobalah kamu daftar ke kampus-kampus top.”
Saya yang menyukai tantangan, tanpa pikir panjang, langsung mencari di ponsel yang saya beli dari hadiah sebuah lomba dengan kata kunci Kampus Terbaik di Indonesia. Muncullah tiga kampus papan atas negeri ini:
  1. Institut Teknologi Bandung
  2. Universitas Indonesia
  3. Universitas Gadjah Mada
Dari ketiga kampus tersebut, hanya pilihan nomor satu yang membuka program studi berbau seni dan desain. Tanpa pikir panjang, aku menantang diri untuk mendaftar. Gagal di jalur undangan aku mencoba kembali untuk mencoba di jalur ujian tulis. Singkat cerita, aku berhasil menjadi mahasiswa Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB. Setelah banyak menimbang dan berpikir mengenai perkembangan industri kreatif di masa depan serta hal yang paling memungkinkan aku lakukan dengan kemampuanku, aku memutuskan untuk mengambil jurusan Desain Komunikasi Visual. Sekadar informasi, di ITB, untuk mahasiswa tingkat 1 masih dikategorikan dalam satu fakultas untuk kemudian dikelompokkan ke jurusan di fakultas tersebut sesuai dengan minat dan akademik.
Di DKV ITB, saya belajar banyak. Beragam mata kuliah seperti Ilustrasi, Marketing Communication, Komik, Desain Huruf, Fotografi, Ilustrasi Buku Anak, dan sebagainya saya pelajari. Tak hanya itu, saya juga gemar mengambil mata kuliah non-DKV seperti Politik dan Tata Pemerintahan serta Anti Korupsi. Jika seluruhnya dijumlah, saya menyelesaikan studi dengan 166 SKS (biasanya 144). Hal ini saya lakukan karena semuanya gratis, dan saya menyayangkan jika tak memaksimalkannya sebaik mungkin.
Selama menjalani kuliah ini, pengalaman yang didapat pun beragam. Namun, sebenarnya pengalaman saya di dalam kelas tentu tak sebanyak pengalaman saya di luar kelas. Seperti pengalaman organisasi hingga pulang subuh, mengalami hal horror di kampus saat malam hari, dirampas di tengah kota oleh preman, malam sering kelaparan karena kehabisan uang untuk makan, dan bermacam-macam hal lain. Maklum, ga jago di kelas maka cari pelarian di luar kelas. Intinya, semakin banyak hal yang kita geluti, tentu pengalaman dan cerita yang kita miliki pun semakin beragam. You have to taste it by yourself!
Satu hal yang paling saya syukuri, sekaligus memberatkan adalah ketika saya diminta memimpin sebuah kegiatan se-angkatan ITB 2012 yakni First Movement ITB 2012. Jujur, saat itu saya bukanlah pemimpin yang baik. Saya tidak amanah dengan menelantarkan tim, sangat kurang dalam mengkoordinir antar divisi, tidak tanggap dan peka dalam menyikapi masalah, serta beragam hal tidak oke lainnya. Hal ini diperparah dengan kondisi keuangan saya yang belum stabil saat itu (uang bidikmisi belum turun, pegangan saya hanya uang bekal beberapa ratus ribu sejak pertama kali masuk ITB dari orangtua), tugas kuliah yang menumpuk dan mahal, dan kegiatan kaderisasi FSRD ITB yang tak bisa saya ikuti dengan maksimal. Namun, hal tersebut juga sangat saya syukuri karena dengannya saya belajar banyak, menjadi titik balik bagi saya untuk berubah menjadi pemimpin yang lebih baik. Sosok yang percaya akan hal tersebut adalah mentor saya, Anjar, yang merupakan Presiden KM-ITB saat itu. Banyak hal darinya yang mampu membangkitkan diri dan kepercayaan saya dari yang awalnya berpikir bahwa saya tak pantas memimpin, hingga saya berani mencalonkan diri menjadi Presiden Mahasiswa ITB di tahun 2016.
Kembali lagi mengenai dunia DKV yang sangat dinamis dan terus berkembang di berbagai sektor mulai dari media digital, cetak, bisnis, sektor ketiga, pemerintahan dan sebagainya, sesungguhnya membuat saya tak menyesalinya. Belum lagi, sejak tahun 2013, DKV ITB mendapatkan penghargaan sebagai jurusan DKV terbaik se-Indonesia versi majalah Wix selama tiga tahun berturut-turut. Mengalahkan Institut Seni Indonesia dan Institut Kesenian Jakarta. Prospek kerja di dunia desain komunikasi visual pun amat luas, mulai dari desainer grafis, copy-writer, desain iklan, typographer, komikus, desainer game, desainer digital, marketing, desainer brand, dan sebagainya. Everything needs design.
Alhamdulillah, saya telah lulus dan memiliki rencana untuk fokus di bidang Brand and Marketing dengan mengawali karier dengan menjadi professional selama lima tahun di bidang tersebut sembari mendirikan beberapa start-up yang tengah dimulai sejak sekarang. Di lain sisi, saya juga memberanikan diri untuk melanjutkan studi magister. Saat ini, saya telah diterima di tiga kampus di Inggris, salahsatunya di Edinburgh University. Untuk itu, saya tengah menyiapkan diri mendaftar beasiswa untuk mengkonkritkan rencana tersebut. Mohon doanya ☺

 

Angga Fauzan
Ketua Pemira KM-ITB 2015

 

Penggagas Boyolali Bergerak
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *