Halo, perkenalkan, kami berdua (Nova Mahendra Putra dan Hilmy Hanif) adalah alumni dari Teknik Fisika ITB. Mendengar kata-kata ‘teknik’ dan ‘fisika’ digabung menjadi satu sering kali membuat teman-teman kami ‘bergidik’ ngeri karena harus mengkombinasikan dua kata tersebut. Padahal kuliah di Teknik Fisika itu asyik, kok. Perkenankan kami untuk berkolaborasi dalam memperkenalkan jurusan Teknik Fisika dari sudut pandang kami, ya.

 

Apa itu Teknik Fisika?

Beberapa kali jika ditanya orang tentang kuliah dimana, ketika kami menjawab kuliah di Teknik Fisika, pasti akan ada yang jawab. Ohh…fisika. Padahal Teknik Fisika itu berbeda dengan jurusan Fisika. Teknik Fisika merupakan sebuah jurusan ilmu teknik yang mempelajari berbagai bidang aplikasi ilmu dasar, ilmu terapan, dan pemanfaatan teknologi. Insinyur teknik fisika diharapkan memiliki basis matematika, fisika, kimia yang kuat serta ilmu perekayasaan yang menonjol karena bidang pekerjaan yang cakupannya sangat luas dimulai dari industri hulu hingga hilir. Di Indonesia, pendidikan Teknik Fisika dilaksanakan di delapan perguruan tinggi, beberapa diantaranya adalah ITB, ITS, UGM, Unas, Telkom University, dan Surya Univesity. Di ITB, Teknik Fisika tergabung dalam Fakultas Teknologi Industri bersama lima jurusan lainnya, yakni jurusan Teknik Industri, Teknik Kimia, Manajemen Rekayasa Industri, Teknik Bioenergi dan Kemurgi dan Teknik Pangan.

Secara umum ada empat kelompok bidang keahlian di Teknik Fisika yaitu bidang Instrumentasi dan Kontrol, bidang Fisika Bangunan, Akustik, dan Energi, bidang Rekayasa Bahan (Material), dan bidang Optik dan Laser. Selain mendapat kelas perkuliahan, mahasiswa juga mendapatkan kelas praktikum agar mendapat pengalaman berhadapan langsung dengan masalah yang dipelajari di kelas. Hal ini ditujukan untuk mempersiapkan lulusannnya di karir profesionalnya.

 

Generalis atau Spesialis?

Dengan banyaknya bidang keahlian yang bisa dimiliki oleh seorang lulusan Teknik Fisika, terlihat bahwa seorang lulusan Teknik Fisika itu seperti generalis yang harus mempelajari banyak hal. Teknik Fisika itu generalis yang spesialis karena ketika di perkuliahan dituntut untuk belajar banyak hal, sehingga ketika nantinya masuk ke ranah multi disiplin lulusan Teknik Fisika bisa cepat memahami persoalan dan mampu menjembatani insinyur-insinyur lain dari berbagai bidang.

Di Teknik Fisika, mahasiswa belajar mata kuliah seperti instrumentasi, kontrol cerdas, kontrol otomatis, konservasi energi, akustik, tata suara, fisika bangunan, pencahayaan, fisika medik, instrumentasi medik, elektrik, mekanika fluida, mekanika material dan mata kuliah lainnya yang sebenarnya tidak terlihat saling berkesinambungan namun ketika di industri/dunia kerja, pemahaman di berbagai ranah disiplin ternyata diperlukan untuk memperluas sudut pandang.

Lulusan Teknik Fisika dapat bekerja di berbagai industri sebagai insinyur di bidang instrumentasi dan kontrol, konsultan akustik dan teknik pencahayaan, tekonologi bahan, dan tata udara. Selain itu juga dapat bekerja sebagai peneliti di lembaga litbang (penelitian dan pengembangan). Juga dapat menjadi pengajar di institusi pendidikan. Alumni Teknik Fisika sudah tersebar baik di dalam maupun luar negeri. Kelebihan dari seorang lulusan Teknik Fisika adalah kemampuannnya untuk bekerja dengan sistem yang melibatkan multi disiplin ilmu.

 

Kehidupan di Teknik Fisika bagaimana?
Kuliah di Teknik Fisika ITB tidak hanya berkutat dengan perkuliahan melulu. Terdapat Himpunan Mahasiswa Fisika Teknik yang menjadi wadah berkumpul dan penyaluran minat dari mahasiswa Teknik Fisika. Ada banyak sekali kegiatan yang dilaksanakan oleh mahasiswa Teknik Fisika di berbagai kampus. Jika di ITB, ada kegiatan dua tahunan yang bernama ITB Insight Festival yang mengkolaborasikan seni dan teknologi dalam rangka memasyarakatkan teknologi. Jadi, jangan khawatir gak seimbang antara kuliah, organisasi, prestasi dan sosial!.

 

Kata dari Nova

Nova Mahendra Putra, seorang lulusan Teknik Fisika ITB tahun angkatan 2012. Sekarang saya menjadi engineer di PT Formulatrix Indonesia, sebuah perusahaan asal Amerika yang bergerak di bidang otomasi dan robotik untuk industri farmasi dan bioteknologi. Saya berada di divisi research and development (RnD) yang bertugas mengadakan riset-riset untuk membangun produk baru dan pengembangan produk yang sudah ada dari Formulatrix. Riset yang saat ini sedang dikerjakan di tim saya  adalah mengenai mobile robot. Ilmu yang saya dapatkan dari perkuliahan di Teknik Fisika seperti instrumentasi elektronik, kontrol otomatis, dan pemrograman mikroprosesor sangat berguna bagi karir saya sekarang.

 

Kata dari Hanif

Berbeda dengan Nova, saat ini saya, Hilmy Hanif, sedang menjalani karir sebagai GDP Process Control Engineer di sebuah perusahaan tambang emas di Kalimantan, PT. Kasongan Bumi Kencana. Menjadi seorang Process Control Engineer ternyata menuntut saya untuk tahu banyak hal, dimulai dari masalah instrumentasi, jaringan, database, elektrik, fluida, proses, desain kontrol pabrik, dan harus menguasai kontrol otomasi (PLC dan SCADA). Untuk memaksimalkan dan meminimalisasi cost di industri, kemampuan seorang lulusan Teknik Fisika sangat dibutuhkan. Dengan bekal pengetahuan yang didapat selama kuliah, seharusnya seorang lulusan Teknik Fisika bisa mengautomasi dan mengkontrol pabrik secara keseluruhan dengan baik.

Oh iya, jika ada yang bilang kuliah di Teknik Fisika ITB itu mahal, jangan khawatir. Karena kami berdua juga penerima beasiswa dari pemerintah sehingga tidak harus membayar uang kuliah sepeserpun. Akan selalu ada jalan untuk menggapai setiap impian. Jika kita tidak mengejar apa yang kita impikan maka kita tidak akan pernah mendapatkannnya. Dan jika kita tidak melangkah maju maka kita akan tetap berada di tempat yang sama. So, raihlah jurusan impianmu sebagai tiket untuk masa depanmu!

Semoga dari apa yang kami tulis bisa tergambar ya cakupan apa saja dan apa prospek ke depan dari Teknik Fisika!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *