Jadi Anak Sosiologi UI, Asik gak ya?

Halo , perkenalkan saya Nanda Putu Kasrani, alumni Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Nah dalam kesempatan kali ini Saya mau cerita tentang jurusan yang saya geluti selama empat tahun tersebut. Mendengar kata Sosiologi, apa yang pertama kali dipikirkan? Pasti kalian banyak yang hampir bingung ya, apa sih perbedaan antara Sosiologi dan Psikologi,? Let’s check this out!

 

Sosiologi merupakan jurusan yang berawal dari suatu keresahan para ilmuwan akan munculnya dinamika dan konflik di masyarakat pada jaman dahulu. Dinamika akan permasalahan yang terjadi perlu untuk dijadiakan kajian ilmiah. Sosiologi muncul sebagai suatu ilmu yang mempelajari tentang masyarakat, baik dari segi dinamikanya maupun startegi penyelesaian persoalan kompleks di masyarakat tersebut. Lalu, apa perbedaannya dengan psikologi dan atropologi?

Jika psikologi, kita akan lebih mempelajari tentang individu. Individu disini berarti kita mempelajari tentang diri, jiwa, ego, karakter, dan berbagai hal terkait seseorang. Bedanya, jika sosiologi belajar tentang interaksi dari kumpulan individu atau disebut dengan masyarakat. Sedangkan Psikologi lebih kepada mempelajari karakteristik di dalam setiap individu (berfokus pada inner seseorang). Sudah mulai mengerti kan perbedaanya?

 

Belajar apa aja di Sosiologi?

 

Sosiologi merupakan anak turunan dari ilmu filsafat. Jika kamu pernah membaca buku-buku filsafat, maka di sosiologi  kamu juga akan bertemu dengan Karl Marx, Max Weber, Durkheim, dan para filsuf lainnya dalam ilmu ini. Sosiologi juga dikatakan sebagai  ilmu tentang kemasyarakatan, artinya selama masih ada masyarakat maka sosiologi selalu menjadi kebutuhan dalam perkembangannya. Sosiologi memiliki berbagai cabang ilmu. Cabang ilmu sosiologi itu seperti sosiologi pendidikan, sosiologi lingkungan, sosiologi politik, sosiologi, perkotaan, sosiologi pedesaan, bahkan ada juga sosiologi korupsi, dan masih banyak lagi. Maka dari itu, persepektif dalam melihat dinamika di masyarakat bisa dilihat dan dianalisis dari berbagai pisau analisis ilmu sosiologi. Sehingga kamu bisa menjadi orang yang mampu menganalisa kondisi masyarakat menggunakan beragam konsep yang ada di ilmu ini, keren kan?

 

Pengalaman apa yang didapatkan?

Dalam ilmu sosiologi, kita akan mendapatkan beragam pengetahuan dan pengalaman yang sangat seru. Salah satu pengalaman yang bisa kita dapatkan ialah kita langsung dapat mempraktikan kepada masyarakat terkait konsep atau teori yang sering kita pelajari dikelas. Salah satu matakuliah yang paling menarik ialah Metode Penelitian Sosial (MPS). Dalam mata kuliah tersebut, kita diharapkan memiliki ilmu secara komprehensif dari mulai penemuan masalah, penggunaan teori atau konsep yang tepat, sampai pada terjun ke masyarakat secara langsung untuk membuktikan hipotesis atas pernyataan yang kita argumenkan melalui penelitian.

Pengalaman lainnya jika menjadi mahasiswa sosiologi ialah kita mampu memiliki kemampuan (softskill) memahami sikap atau karakter orang lain dala suatu masyarakat. Dengan beragam konsep sosio yang diberikan, maka kacamata dalam melihat suatu permasalahan di masyarakat akan dapat kamu analisis dan kemudian bisa kamu pecahkan lebih mudah. Makanya kenapa anak sosiolog itu anak yang mampu bergaul ke semua tipe masyarakat, karena dalam ilmu sosiologi itu bersifat non-etis. Non etis artinya permasalahan yang dipersoalkan bukanlah buruk atau baiknya fakta tertentu, akan tetapi tujuannya adalah untuk menjelaskan fakta tersebut secara analitis.

 

Apa hal yang paling disyukuri?

Hal yang sangat disyukuri ketika kita memahami ilmu sosiologi ialah ketika akan menjadi pribadi yang mampu memiliki pandangan secara objektif dan terbuka akan suatu dinamika dan fenomena yang terdapat pada masyarakat. Kita akan lebih bisa untuk melihat permasalahan masyarakat dari berbagai persepektif. Sehingga yang kemudian terjadi ialah  kita tidak akan dengan mudahnya  untuk mengatakan itu benar dan itu salah, tapi lebih kepada apakah suatu hal tersebut akan mendatangkan suatu kebaikan bagi masyarakat atau justru konflik yang berkepanjangan. Lalu bagaimana kita sebagai sosiolog mampu memberikan solusi untuk penyelesaian dinamika yang terjadi tersebut. Sosiolog  memiliki peran untuk membantu pemecahan persoalan di masyarakat dan mempunyai kontribusi yang besar bagi perdamaian suatu bangsa jika mampu mengamalkan ilmu dengan baik.

Apa hal yang paling memberatkan ?

Dalam mempelajari ilmu sosiologi tidak ada hal yang terlalu memberatkan. Namun, mungkin jika bicara tentang perjuangan tentang  mempelajari ilmu-ilmu turunan filsafat ini ialah kita harus memiliki pola pemikiran yang objektif dalam mengamati dan menganalisa suatu fenomena. Pemikiran kita dalam membaca dan mempelajari teori atau konsep haruslah “berkacamata sosiolog”, artinya segala subjektivitas kita harus disingkirkan terlebih dahulu. Tujuannya apa? Tujuannya tentu agar hasil analisa kita tidak memihak salah satu objek tapi dapat komprehensif dan moderat.

Apa prosek kerja di sosiologi?

Sosiologi itu ilmu yang mencakup berbagai dinamika dan permasalahan yang kompleks di masyarakat, jadi selama masih ada masyarakat maka sosiolog akan selalu dibutuhkan dan dicari orang. Sarjana sosiologi biasanya banyak dibutuhkan untuk bidang penelitian, sseperti di LIPI, Bappenas, Kementerian, seperti di Kementerian Sosial atau Lingkungan Hidup, menjadi akademisi, researcher, maupun pejabat daerah. Luas sekali kan prospek kerjanya?

Tentunya bagi kita yang suka sama dunia sosial dan masyarakat, maka ilmu sosiologi ini sangat relevan dan mendukung kamu untuk berkontribusi di masyarakat. Kontribusi yang dapat dilakukan di sektor publik, privat, maupun sektor ketiga (Organisasi Non-Pemerintah).

Bagaimana kehidupan Nanda setelah lulus?

Selama kuliah saya aktif di organisasi mahasiswa, dan dari ilmu sosiologi saya dapat menerapkannya dalam program kegiatan di organisasi tersebut. Dari pengalaman keaktifan semasa kuliah itulah saya memiliki cita-cita kedepannya untuk menjadi sosiolog yang dapat berperan di masyarakat secara baik, khususnya di sektor publik yaitu Kementerian Sosial Republik Indonesia. Dengan bekal ilmu dan pengetahuan tentang dunia kemasyarakatan, saya akan berjuang untuk terus memberikan kebermanfaatan bagi sesama melalui karya nyata dan berkesinambungan. Karena masyarakat merupakan makhluk yang dinamis, maka kita harus mampu menjadi pribadi yang terus belajar dari, oleh, dan untuk masyarakat.  

Semoga adik-adik bisa mulai memahami ya bagaimana ilmu sosiologi itu;)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *