Aku Generasi Berapa?

Penamu yang menorehkan tinta
tentang sejarah untuk sebuah panggilan jiwa
telah termakan usia yang rapuh pula
menelisik ke ruang sepiku
menerka angan-angan ku yang sedikit lagi sudah layu

 

Suaramu yang menggelegar
Terasa hangat meski tak pernah kudengar
yang pernah berkata tentang golongan orang sepertiku
seolah aku terbang jauh atas pujianmu

 

Kau pernah bilang bukan?
“Beri aku sepuluh pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”

 

Aku pemuda.
Apa aku bisa mengguncangkan dunia?
Padahal, ketika ada yang menarikku untuk diam
aku pasrah saja.
Apa aku masih bisa disebut pemuda?
Jika jiwaku masih sedikit sekali menyatu dengan merah putihku?
Apa aku pemuda?
yang takluk seketika tatkala globalisasi menyapa

 

Aku pemuda.
yang dari tanah ini aku dikandung
meski aku tak pernah tahu,
tanah mana yang akan mengandungku kembali saat hariku tiba?

 

Jadi apakah generasiku sama dengan generasimu?
yang menyala,
tatkala dijajah dengan diam-diam
tanpa ada mimik yang mencurigakan

 

Aku ini pemuda.
berasal dari generasi biasa saja,
yang hidup dengan tambahan cinta,
dari generasi ’45.

 

Alya Sahilla Fahri 

Surabaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *