Jurusan Pendidikan Matematika = Kalkulator berjalan. PLEASE GUYS!

Hallo guys, aku mulai cerita dengan pepatah “Tak Kenal Maka Tak Sayang”. Oleh karena itu, aku mau kenalin diri aku dulu nih. Namaku Magdalena Rosario Mega Sanusi, akrab dipanggil Oca. Aku seorang Mahasiswa Pendidikan Matematika, angkatan 2015 di Universitas Sanata Dharma (USD), Yogyakarta.

Dalam kesempatan ini aku akan menceritakan pengalamanku dalam mempelajari matematika sekaligus proses penerapannya, yaampun ini kelitan serius banget. Mungkin beberapa dari kalian (pembaca yang budiman) masih duduk dibangku sekolah, dan kalian pasti berfikir bahwa kuliah dijurusan pendidikan matematika itu yang dipelajari hanya seputar materi-materi di SMP/SMA, tapi maaf harus ku katakan dugaan kalian kurang tepat, dulu saat aku masih duduk dibangku SMA kenapa aku pengen banget kuliah di jurusan matematika adalah karena aku suka banget sama materi kalkulus integral, dan memang sudah niat untuk masuk di Pmat USD (pendidikan matematika USD) karena beberapa hal yang mengesankan bagi ku. Namun setelah terjun menjadi mahasiswa pendidikan matematika, aku dan mungkin teman-teman yang sejurusan dengan aku mulai menyadari, bahwa matematika itu tidak hanya soal berhintung. Ya, kita memang mempelajari materi-materi di SMP/SMA karena memang kita mahasiswa pendidikan matematika dipersiapkan untuk menjadi tenaga pendidik yang berkualitas.

Singkat cerita, aku akan membahas mengenai pengalaman pribadiku.

Sekarang aku sudah memasuki semester ke-6 sebagai mahasiswa pendidikan matematika, semakin hari pengetahuanku mengenai matematika otomatis bertambah. Dan satu hal yang sangat aku ilhami dari proses belajarku selama ini adalah “Mengabdi”, satu kata sejuta makna. Bagi sebagian orang, matematika dianggap sebagai hal yang sulit, ya memang benar. Bahkan salah satu dosenku pernah mengatakan, “jika ada yang bilang matematika itu mudah, pastilah itu bohong. Matematika memang sulit, namun bisa ditaklukkan”. Kunci dari matematika adalah kerja keras dan optimis dengan begitu segala kesulitan pasti dapat diselesaikan.

Sebagai mahasiswa pendidikan matematika, kadang orang berasumsi bahwa aku dapat sangat cepat dalam berhintung bahkan dapat menyelesaikan suatu soal dalam hitungan detik, PLEASE GUYS AKU BUKAN KALKULATOR BERJALAN atau Simsimi yang bisa menjawab semua pertanyaan kalian dalam waktu singkat. Bagiku proses adalah segalanya. Tapi, siswa-siswi jaman sekarang yang mengatas namakan dirinya sebagai Kids Zaman Now, kadang kurang menghargai adanya proses, yang diinginkan adalah cara cepat menyelesaikan soal, nahhhh berbeda sekali dengan kami (mahasiswa Pendidikan Matematika) yang mengedepankan proses, karena pengalaman belajar kami ada pada prosesnya. Menjadi mahasiswa, tentulah kami memiliki segudang aktivitas dan tak lupa pula pastinya TUGAS, yang kadang kami kerjakan hingga larut malam bahkan dapat dikerjakan berhari-hari lamanya, tapi sungguh sensasinya luar biasa, bahkan kopi pun tak mampu menahan kantuk kami :D.

Sebagai mahasiswa Pendidikan, aku harus tahu betul bagaimana perkembangan siswa sekolah zaman now, Aku harus selalu update mengenal materi ataupun kabar apa saja yang dapat menunjang proses belajar mengajar, itu karena aku ingin menjauhkan image bahwa guru matematika itu galak, kaku, dan lain sebagainya. Jaman sudah berkembang, begitupun kami (calon pendidik). Kami selalu berusaha memberikan yang terbaik, baik dalam pemberian materi, attitude, dan juga pikiran yang terbuka. Mungkin harapan kami (mahasiswa pendidikan matematika) sama, yaitu dapat memberikan pembelajaran yang menyenangkan dan dapat dicintai oleh murid-murid kami kelak.

Oke, terlepas dari asumsi orang mengenai aku yang dapat berhitung secepat kilat menembus angkasa Haha.

Bagiku matematika adalah sahabat, karena dengan begitu apapun yang akan aku lakukan atau aku kerjakan akan terasa menyenangkan, bukan lagi beban. Bahkan aku mulai kerja keras agar dapat menemukan Nilai x maupun y karena itu adalah bagian dari matematika (sahabatku). Namun, seiring berjalannya waktu, tidak kupungkiri bahwa jalanku dalam menempuh ilmu di Pendidikan matematika selalu berjalan mulus. Pernah pula aku merasakan yang namanya kecewa, terpuruk bahkan putus asa. Ya, dalam angkatanku memang aku bukan golongan yang dapat dikatakan sebagai mahasiswa yg pIntar sekali. Standar sajalah, karena memang yang berlebihan itu tidak baik bukan? Hehe (pembelaan)

Kadang, yang menurut kita benar belum tentu benar dan menghasilkan nilai yang memuaskan. Memang benar jika di zaman sekarang orang banyak mengatakan bahwa kepintaran seseorang hanya di lihat dari berapa nilai yang ia dapatkan, bukan seberapa jauh ia dapat merealisasikan teori-teori yang didapatkan.

Ditengah keterpurukan itu, aku sangat bersyukur karena selalu hadir sosok-sosok yang selalu memberiku semangat. Begitupun DPA (Dosen pembimbing akademik), beliau salah satu orang yang mematahkan keputus asaanku menjadi semangat kembali, walaupun IPK (Indeks Prestasi Kumulatif) menentukan segala hal, namun beliau selalu mengedepankan proses belajar yang dilakukan dan juga real teaching (mengajar siswa secara langsung, bisa dalam kelompok kecil maupun dalam kelas besar).

Kembali aku ingatkan bahwa matematika bukan hanya soal berhitung, aku pribadi harus terus mengasah kemampuanku untuk berkomunikasi kepada siswa agar kelak jika sudah mengajar, aku dapat mewujudkan suasana kelas yang kondusif dan siswa dapat belajar aktif bersama aku sebagai gurunya.

Ada hal yang sangat ingin aku katakan kepada kalian (pembaca khususnya siswa sekolah). Hormatilah guru kalian, mungkin kalian belum mengerti, betapa Guru kalian dengan susah payah berusaha menciptakan suasana kelas yang kondusif dan edukatif. Belum lagi, Guru kalian harus memikirkan bagaimana cara agar materi yang diberikan dapat kalian serap, sedangkan masing-masing dari kalian pastilah memiliki sifat dan kemampuan belajar yang berbeda-beda. Oh ya, jangan pula kalian mudah marah atau tersinggung ketika Guru memberikan teguran, bukan Guru tak sayang, namun Beliau hanya ingin kalian dapat dengan lahap menerima materi yang kelak berguna pula untuk kalian di masa depan.

Sampai sejauh ini, aku sudah pernah melakukan beberapa kali Real Teaching, baik di SMP maupun SMA. Memang betul, siswa zaman now memiliki kemampuan lebih terutama dalam pengoperasian Gadget. Namun, aku sangat menyayangkan karena beberapa dari siswa justru konsentrasi belajarnya terpecah akibat penggunaan gadget yang tidak tepat. Jika ditegur, ada yang merespon baik, tak sedikit pula yang menunjukkan raut tidak terima. Dari situ aku banyak belajar, bahwa siswa tidak bisa dikendalikan, namun siswa bisa diandalkan. Dari kebiasaan main gadget yang kurang tepat penggunaannya tadi, misal di jam pelajaran. Mungkin aku atau teman-teman lainnya dapat menciptakan metode belajar yang aktif dan edukatif dengan penggunaan gadget. Kalian (pembaca khususnya siswa sekolah) tidak perlu khawatir, karena kami akan selalu berusaha memberikan treatment yang baik dan tepat agar kalian dapat dengan mudah menerima materi pelajaran. Namun hal itu tentunya juga harus ditunjang dengan sifat yang aktif dari kalian sebagai siswa. Dengan begitu tentulah proses belajar mengajar antara Guru dan Siswa dapat berjalan dengan baik, tidak ada lagi rasa ngantuk, mual, lesu, letih, lemas, lunglai dan lain sebagainya saat pelajaran matematika.

Beberapa pesan yang ingin aku sampaikan adalah, siapapun kamu dan bagaimanapun kamu wahai pembaca yang budiman, tetaplah jadi dirimu sendiri. Lakukan apapun yang ingin kamu lakukan, bekerja keraslah hingga apa yang menjadi inginmu dapat terwujud. Suatu saat kalian akan dihadapkan dengan beberapa pilihan (misalnya pilihan untuk menentukan jurusan kuliah), yakinlah bahwa yang sulit itu bukan saat memilih, namun bertahan pada pilihanlah yang kadang menguji kesabaran dan kedewasaan kalian. Ketika sudah menentukan pilihan, jauhkan kata menyesal maupun keputusasaan, yang ada hanyalah HADAPI DAN SELESAIKAN. Meraih kesuksesan dengan apa yang menjadi pilihan kalian akan memberikan rasa dan kesan yang luar biasa. Namun ingat, Sukses tidak harus dengan menginjak pundak teman. Jangan sesekali kamu mengecewakan jika tak ingin merasakan hal yang serupa. Lakukan hal baik pada teman ataupun oranglain seperti kamu memperlakukan dirimu sendiri, berjuanglah dengan cara yang sportif, dengan begitu apapun yang kamu lakukan tak akan menjadi beban, baik beban hati maupun pikiran :D.

Okayyy, tiba dibagian akhir cerita.

Aku berharap secuil pengalamanku ini dapat membangkitkan semangat belajar kalian khususnya pembaca yang masih duduk di bangku sekolah. Tak muat puluhan lembar jika aku ceritakan sekaligus :D, semoga lain waktu aku diberikan kesempatan lagi untuk berbagi pengalaman seputar hidupku dan matematika (sahabatku). Jangan lupa bahagia dan membahagiakan :*Kalau mau tanya-tanya seputar Pendidikan Matematika boleh DM ke Instagram aku magdalenaocak12 ya! Sampai jumpa :))

 

2 thoughts on “Jurusan Pendidikan Matematika = Kalkulator berjalan. PLEASE GUYS!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *