Becoming a part of XL Future Leaders Batch 6

Kenalkan, aku Siti Hudaiyah. Biasa dipanggil Siti atau Haha, mahasiswi Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada angkatan 2015. Salah satu award winner XL initiative youth development program batch 6 persembahan dari PT XL Axiata tbk. Tsah! Beasiswa yang ngasih penghargaan ke penerimanya tidak dalam bentuk uang, tapi fokus pada pengembangan diri yang didasarkan pada three core competencies. XL Future Leaders (selanjutnya disingkat XLFL) cukup prestigious bagi kalangan mahasiswa Indonesia, lho!

Aku ni orangnya biasa aja. Biasa banget malah. Gak ada banyak prestasi atau kontribusi baik di kampus maupun di luar kampus. Jadi, pas aku keterima XLFL tuh, merasa sangat beruntung, cuy! Nah, penasaran kan gimana ceritanya? Coba kuceritakan yaaa. Btw cerita ini murni berdasarkan pengalaman pribadi. Jika menyangkut pihak lain selain aku, maka itu hanya spekulasiku aja. Hehehe.

Aku udah dapat info tentang XLFL sejak awal kuliah. Entah darimana aku lupa pastinya. Dari dulu udah pengen daftar karena program dan fasilitas yang ditawarkan oleh XLFL untuk penerima beasiswanya. Karena beasiswa ini buat mahasiswa tahun kedua atau ketiga, aku belum bisa daftar di awal kuliah. Terus aku coba daftar tahun 2016 lalu. Kalau gak salah, seleksinya mulai dari online registration, online assessment, offline assessment, focus group discussion, presentasi, dan wawancara. Dari tingkatan seleksi itu, aku udah gugur bahkan di tahap online registration, bro! Hahaha. Gak terlalu menyesal sih, karena pada prinsipnya aku hanya berkewajiban untuk mencoba. Selebihnya, itu kuasa Tuhan. Hehehe.

Pada suatu hari yang gabut di tahun 2017 (lupa tepatnya kapan), aku diajak sama temenku buat datang ke suatu talkshow di University Club UGM. Kita berdua sama—sama gak tau itu talkshow apaan hehe, yang penting mengisi kegabutan dengan sesuatu yang berfaedah. Ternyata, eh ternyata, itu adalah acara roadshow XLFL. Kami berdua merasa oon banget gak tahu apa—apa, sementara pesertanya banyak dari luar UGM yang emang niat banget nyari tahu info tentang XL Future Leaders. As a good audience, I try to keep listening. Nah, tepat disitu juga aku dapat info tentang open registration XLFL batch 6. Rupanya Tuhan mengirimku kesini untuk ini.

  1. Online registration

Aku ikut online registration dengan mengisi online form. kalo gak salah dulu ngisi data diri, data pendidikan, organisasi, hobi, ekonomi, keluarga, prestasi, gitu—gitu. Pastikan data yang diisikan adalah data terbaik, paling update, dan paling aktif dari apa yang kita punya. Ada satu pertanyaan yang menurutku krusial dan menjadi penentu disini, yaitu tentang pengalaman kita dalam memimpin yang dideskripsikan dalam 150 kata (eh kata apa huruf ya, lupa, pokoknya singkat banget). Nah, disini kita harus tunjukkan bahwa kita pemimpin yang spesial. Karena pada akhirnya, aku tahu bahwa jumlah pendaftar XLFL Batch 6 adalah 12.5XX, dan yang lolos online registration sebanyak 2.XXX pendaftar. So, salah satu kuncinya adalah pastikan jawaban kita gak pasaran.

Udah daftar kan. Screeningnya lamaaaaa banget, sampai lupa kalo aku ni jadi daftar XLFL. Tiba—tiba dapat email masuk, katanya lolos online registration. Alhamdulillah. Daftar peserta yang lolos dimuat di laman XLFL. Disitu aku tahu ada beberapa temanku yang daftar dan lolos juga.

Oh ya, seluruh rangkaian seleksi menggunakan sistem gugur, guys. Jadi, yang bakal lanjut ke seleksi berikutnya hanyalah yang lolos tahapan sebelumnya.

  1. Online assessment

Setelah lolos online registration, baru aku kepo tentang seleksi XLFL seperti apa. Baca—baca blog, tanya—tanya. Fyi, online assessment untuk batch 6 ini sedikit berbeda dengan tahun sebelumnya. Full online. Hal yang harus disiapkan adalah:

  1. laptop yang oke
  2. koneksi internet yang lancar (kalau perlu ngebut)
  3. baterai always full
  4. speaker aktif (kalau perlu pakai headset)
  5. tempat yang tenang dan tidak berisik
  6. alat tulis
  7. air minum

 

Sebelum mulai online assessment, ada baiknya melakukan beberapa hal sebagai berikut:

  1. pastikan sudah memahami instruksi pengerjaan online assessment yang disampaikan secara detil melalui email XLFL Selection
  2. berdoa
  3. buka laptop
  4. pasang charger
  5. pasang speaker atau headset
  6. cek performa speaker atau headset dengan memutar lagu atau semacamnya
  7. sambungkan laptop ke internet
  8. buka browser (direkomendasikan pakai Chrome)
  9. buka email dari XLFL Selection
  10. buka tab baru untuk laman online assessment
  11. login di laman online assessment menggunakan akun dan kata sandi yang diberikan di email XLFL Selection
  12. buka tab baru untuk Google untuk jaga—jaga jika suatu saat diperlukan
  13. buka tab baru untuk Google Translate untuk jaga—jaga jika suatu saat diperlukan
  14. buka Ms Excel untuk persiapan hitung—hitungan
  15. buka Ms Word atau Notepad untuk copas sesuatu jika suatu saat diperlukan
  16. siapkan kertas kosong dan alat tulis
  17. berdoa lagi

Ada dua ujian yang harus dikerjakan, yaitu Graduate Management Aptitude Test (GMAT) dan English Test yang masing—masing diberi waktu lima puluh menit. Jadi, totalnya 100 menit. Tipe soalnya pilihan ganda dan ada timing pengerjaannya. GMAT apaan? Ini semacam soal matematis logis berbau bisnis gitu. Eh mirip juga sama Soal UN Bahasa Indonesia yang bagian membaca tabel, grafik, dan sebagainya itu. Menyangkut telekomunikasi guys, jangan heran ya karena XL adalah pabrik begituan. Bayangin dong, aku yang biasa berkutat dengan pohon dan satwa dan lingkungannya dihadapkan dengan benda asing macam ini wkwk. Tapi untungnya bisa dinalar kok. Oya, soal GMAT Bahasa Indonesia. Soal English Testnya ada tiga bagian, yaitu listening, writing, dan reading. Buat orang yang gak bisa Bahasa Inggris macam aku, Soal English Testnya sebenarnya standar semacam TOEFL PBT. Sempat baca di blog lain juga, katanya Soal English Testnya emang tergolong mudah ((mudah bagi yang Bahasa Inggrisnya jago, tidak bagi saya)). Buat online assessment ini, katanya (kata suatu blog) XL punya passing grade. Kalau nilai kita lebih dari passing grade, artinya kita lolos.

Batch 6 adalah yang pertama menggunakan full online assessment. Daaaaaaan, jeng, jeng. Pada saat aku submit GMAT, the server was down. Muncul peringatan suruh nunggu sepuluh menit. Oke, aku tunggu. Habis itu, ngulang lagi gaes sepuluh menit berikutnya. Oke, aku tunggu. Habis itu, ngulang lagi gaes sepuluh menit berikutnya. Oke, aku tunggu. Udah tiga puluh menit kan ya? Kukira koneksi internetku yang gak stabil. Akhirnya aku ngemail XLFL Selection dengan bukti screen capture waktu tunggu yang terulang terus menerus. Untung sempat ngescreen capture. Gituuu, terus sampai satu jam. Artinya, waktuku buat mengerjakan English Test sudah habis. Dan, setelah itu laman ujiannya udah gak bisa diakses. Sempat hopeless dan pasrah. Ternyata, pas aku ngecek Instagram XLFL banyak juga yang ngomen di post XLFL sama kaya kasusku. Tapi banyak juga yang berhasil. Akhirnya, XL memberikan kesempatan ujian susulan di hari yang lain secara serentak. Karena udah merasakan GMAT dan soal ujian susulannya sama, jadi berasa lebih mudah pas ngerjain GMATnya. English Testnya berjalan biasa aja. Habis itu nunggu email lama juga. Dan Alhamdulillah kabar baik yang datang.

  1. In tray Exercise, Focus Group Discussion, Presentation

Setelah merasakan online assessment, dan lolos, aku merasa perlu memperjuangkan ini secara sungguh-sungguh, guys. Sayang kalau dilewatkan hehe. Di fakultasku ada salah satu kating (re: kakak tingkat) yaitu Mas Devlin yang jadi awardee XLFL Batch 3. Kebetulan, ada teman satu fakultasku yang juga lolos, ada Agni dan Roy. Nah, karena kami belum ada gambaran tentang seleksi selanjutnya seperti apa, kami janjian sama Mas Devlin buat sharing tentang seleksi XLFL. Niat banget kan? Mas Devlin sangat terbuka buat cerita tentang seleksi XLFL di zamannya. Dulu ada FGD, presentasi, dan wawancara juga katanya. Bahkan, kami mengadakan simulasi FGD dan presentasi juga lho. Terus dapat tips dan trik untuk seleksi XLFL selanjutnya.

Nah untuk tahapan ini, dilakukan secara offline. Jadi, seluruh Indonesia dibagi menjadi beberapa regional gitu. Peserta diminta untuk mengikuti seleksi di regional terdekat, dengan biaya sendiri tentunya. Masing—masing regional berbeda waktu ujian. Tidak tanggung-tanggung, XL mendatangkan juri dari fasilitator XLFL langsung dan beberapa awardees XLFL Batch 4 untuk seleksi ini. Dan, disediakan snack juga sih hehe. Untuk regional Yogyakarta, lokasi ujiannya ada di Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW). Ujiannya hari Kamis dan dimulai dari jam 08.00—15.00.

Fyi, aku hari Selasa siang berangkat ke Jakarta buat survei acara organisasiku. Sampai Jakarta Rabu pagi. Habis kelar acara, Rabu siang langsung balik Jogja. Dan baru sampai Jogja Kamis jam 04.00, cuy! Cuapek banget. Langsung beberes, dan sempat ragu mau ikut ujian atau gak. Akhirnya kegalauanku terjawab setelah telfon orang tua, katanya lanjutin aja. Langsung deh buru—buru persiapan berkas dan mental karena fisikku tidak bisa disiapkan. Ujian jam 08.00, ya! Pssst. Aku bolos kuliah tiga hari berturut—turut. Hehe.

Ada beberapa berkas yang harus disiapkan dan sudah diberi tahu via email dari XLFL Selection yaitu: surat rekomendasi dari dekanat fakultas, fotokopi KTP, dan print out sertifikat elearn tentang bisnis sosial dan presentasi 40 juta.

Jadi, yang aku lakukan sebelum ujian adalah:

  1. Minta surat rekomendasi dari akademik sesuai dengan format yang diberikan XL. Ini perlu dipersiapkan jauh-jauh hari mengingat birokrasi dan pelayanan akademik dimanapun selalu ribet. Siapkan kopian juga yaa!
  2. Sembari nunggu surat rekomendasi turun, ikuti elearn tentang bisnis sosial dan presentasi 40 juta sampai selesai untuk bisa mendapatkan sertifikat. Nah, hati-hati guys karena aku gak bisa dapat sertifikat meskipun udah berkali-kali menyelesaikan elearn ini. Sampai sekarang gak tau kenapa sertifikatnya gak bisa keluar. Dugaanku, browserku gak support buat ini. Akhirnya, pada saat ujian di UKDW aku membawa print out tampilan laman elearnku.
  3. Fotokopi KTP jangan lupa. Soalnya aku lupa gak bawa fotokopi KTP pas hari H. Hehehe. Akhirnya disusulkan hari berikutnya.
  4. Pelajari tips dan trik in tray exercise, presentasi, dan FGD ya. Jika perlu, ajak awardee XLFL Batch sebelumnya untuk mentoring.
  5. Bawa semua berkas pada saat hari H.

Rangkaian seleksi dalam satu hari itu terdiri dari:

  1. In Tray Exercise

Pada tahap ini, masing—masing peserta dihadapkan pada sebuah bacaan berisi kasus di dunia telekomunikasi. Tahun ini topiknya tentang BTS vs balloon. Kemudian kita diminta menjawab tiga pertanyaan yang ada di bawahnya dalam waktu tertentu. Jawaban dengan Bahasa Inggris akan mendapatkan poin plus. Pahami bacaan, pahami pertanyaan, jawab secara tepat dengan Bahasa Inggris. Kelar!

  1. Presentation

Topik presentasinya sama dengan in tray exercise. Teknisnya, peserta akan dibagi ke dalam tiga ruangan presentasi secara acak. Jadi, kita tinggal nunggu giliran aja kapan nama kita dipanggil dan dapat ruang mana. Nah, di dalam ruangan presentasi sudah ada dua fasilitator XL yang akan menilai. Aku waktu itu dapat Lala sama Cipi. Dua menit presentasi ya, ingat! Pas kita masuk, kita ditanya nama dan asal oleh fasilitator. Kemudian, fasilitator akan meminta kita untuk presentasi salah satu jawaban dari dari tiga pertanyaan saat in tray exercise tadi. Jadi, kita harus menyiapkan tiga jawaban dari pertanyaan itu guys. Tidak ada tanggapan ya dari fasilitator. Jadi kita masuk, ditanyai data diri, presentasi dua menit, udah. Kalau presentasi kita lebih dari dua menit, akan dipotong sama fasilitator dan dipersilakan meninggalkan ruang. Sepertinya, elearn presentasi 40 juta diarahkan sebagai persiapan pada tahap ini. Habis itu, kita nunggu teman—teman yang lain hingga selesai presentasi semua.

  1. Focus Group Discussion (FGD)

Pada saat FGD kita dibagi dalam beberapa kelompok secara acak yang masing—masing dimoderatori oleh satu fasilitator dari XL. Aku dapat Lala lagi hehe. Satu kelompok ada sekitar sepuluh orang. Diskusinya dibuka oleh moderator dan topik yang dibahas masih sama. Usahakan kita aktif pas FGD guys. Belajar merespon pendapat orang lain, sok asik, apresiasi, dan mempertahankan pendapat.

Setelah semua kegiatan itu selesai, kita tinggal nunggu pengumuman hasilnya sore itu juga via email. Jadi yang lolos hari itu, bakal dapat email bahwa kita telah lolos dan diberi jadwal wawancara, dan besoknya langsung wawancara (Jumat). Alhamdulillah, aku lolos.

  1. Wawancara

Aku dapat jadwal wawancara jam 13.00. Estimasi waktu wawancara sekitar 30 menit. Padahal, Jumat jam 13.00 adalah jadwal praktikum. Kacau ni kalau bolos praktikum. Akhirnya, karena tidak mungkin mengubah jadwal wawancara, maka yang paling mungkin adalah melobby asisten praktikum hehe. Aku bilang bahwa aku izin terlambat tiga puluh menit karena ada wawancara beasiswa. Diizinkan, yeay! Pada kenyataannya, wawancaraku lebih dari tiga puluh menit sih. Tapi masih boleh masuk dan yang penting gak perlu inhal hehe.

Saat wawancara, kita diminta membawa CV terbaru. Gimana cara membuat CV yang menarique? Setiap instansi punya kriteria sendiri. Nah, untuk XL, untung aja aku pernah belajar di elearn tentang Curriculum Vitae. Jadi, sekalian aku terapkan disini. CVnya hanya satu halaman dan benar—benar menjadi senjata kita saat wawancara.

Wawancaranya sedikit terlambat dari jadwal sebenarnya. Kami dibagi menjadi tiga tempat wawancara sesuai jadwal. Aku dapat Lala lagi hehe. CV diminta sama Lala, kemudian dibaca intensif sama Lala.

Isi wawancaranya tentang diri sendiri, kepemimpinan, aktivitas, keluarga, dan komitmen. Wawancaranya in English ya, wankawan. Lala benar—benar pengen banget mengenal kita. So, she asked me anything. Gak ada yang perlu dilebih—lebihkan saat wawancara. Kita hanya perlu menjadi diri kita seutuhnya dan menunjukkan kesiapan kita untuk menjadi awardee XLFL. Wawancaranya santai sih menurutku. Aku cerita, Lala juga cerita. Pokoknya ngalir aja gitu. Di akhir sesi wawancara, Lala ngasih kesempatan kita buat nanya, “Do you have any question for me?”. Trus juga sebagai kalimat penutup, Lala bilang, “Oke Haha, you have an inspirational background. We would be happy to welcome you in XLFL Batch 6. But, if not, you can ask me anything about XL Future Leaders through chat and you can get the knowledge through elearn”. Thank you Lala.

Habis itu, aku percayakan aja sama Tuhan. Kepikiran praktikum woy, langsung cus ngebut ke kampus wkwk.

  1. Final announcement

Setelah beberapa waktu, aku kembali disibukkan dengan laporan dan praktikum. Nah disela—sela itu, aku dapat email dari CEO XL Bu Dian Sisworini melalui email XLFL Selection bahwa aku diterima. Alhamdulillah Ya Rabb.

Welcome to XL Future Leaders Batch 6!

Great leaders start here!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *