Lampaui Apa Yang Kamu Takuti

Mendapat kesempatan untuk berkumpul dengan orang-orang hebat dari seluruh penjuru Indonesia adalah pengalaman tak terlupakan. Setelah melewati 2 tahap seleksi beasiswa Scholarion Malaysia 2018, kami dinyatakan lulus dan berangkat ke Malaysia selama 3 hari. Tahapan seleksinya diawali dengan essay selection dimana pendaftar harus membuat essay sesuai ketentuan dari Scholarion, dan seleksi setelahnya yaitu Creative Selection dimana kreativitas kita diuji dengan pembuatan karya kreatif. Kebanyakan orang bertanya “Apakah ada tips dan triknya untuk lolos Scholarion?”, pertanyaan itu sering kali saya jawab dengan “Berani daftar, mantapkan hati, sungguh-sungguh”. Mungkin kata-kata tersebut cukup menggambarkan semangat seorang scholarship hunter untuk berlomba mendapatkan beasiswa. Karena memang tidak ada tips dan trik khusus, hanya saja berusaha sekreatif mungkin dan memahami peluang dari pihak beasiswa dalam setiap tahap itu penting. Artinya carilah alasan kenapa anda harus dipilih, dan buktikan itu dalam setiap tahap seleksi.

Berbicara mengenai kegiatannya, walaupun tergolong perjalanan yang singkat, namun kesan yang dibawa pulang dari Malaysia begitu melekat. Jujur saja semua yang saya dapatkan dari Scholarion membuat kangen dari hari ke hari. Kami tidak hanya berkunjung ke tempat-tempat bersejarah, namun juga landmark kota dan merasakan segala hiruk pikuknya. Kami diajak untuk berpikir tentang analisis pasar yang terjadi di salah satu pasar tradisional yaitu Central Market. Kami diajak melihat pluralistik yang ada di Malaysia dengan kunjungan ke Batu Cave. Melihat keindahan kompleks Dataran Merdeka, hingga melihat pemutaran video masterplan kota di KL Gallery. Sama ramahnya KL menyambut kami, university Malaya dan University Tun Abdul Razak juga menggelar karpet merah menyambut kedatangan kami. Kami bertukar informasi terkait beasiswa program master, dan lainnya. Hingga makan malam bersama dengan nasi lemak dan kegiatan kami lainnya. Cerita-cerita lucu dan semua canda tawa takkan pernah hilang dalam memori. Terimakasih sebesar-besarnya saya ucapkan kepada Scholarion yang membuat saya berkesempatan untuk berlayar lebih jauh dari yang saya pikir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *