Jadi Volunteer Bebek Beraksi: Berburu Harta Karun

Perkenalkan, aku Dhea Rineka. Aku merupakan anggota komunitas BEBEK. Lucu ya namanya? BEBEK merupakan singkatan dari Bermain dan Belajar dengan Karya. BEBEK merupakan komunitas yang mengajak adik-adik untuk bermain sambal memahami sains. Harapannya, sains gak menjadi momok yang menakutkan lagi untuk adik-adik. Kami dari Komunitas BEBEK seringkali mengadakan kegiatan yang kami namakan BEBEK Beraksi. Yang penasaran dengan kegiatan kami bisa dicek di Instagram: @bebekberkarya

Biasanya kami melakukan kegiatan dengan berkolaborasi dengan komunitas lain atau pun dengan panti asuhan/yayasan. Salah satunya kami pernah bermain dengan adik-adik di Yayasan Kasih Anak Kanker Bandung, SOS Village Lembang, Rumah Belajar Senen, bermain dengan adik-adik di Desa Ponggang, Subang, adik-adik di Swayanaka Jakarta, adik-adik Rumanyeni di Depok. Senang sekali rasanya bisa berkolaborasi dengan teman-teman dari komunitas lain. Oya, teman-teman BEBEK ada yang masih mahasiswa, tapi juga banyak yang sudah kerja. Bagi kami, bermain dengan adik-adik adalah hal yang menyenangkan di tengah rutinitas kerja kami.

Nah, terakhir kami baru saja melakukan kegiatan dalam rangka memperingati ulang tahun yang ke-3 BEBEK di Cimahi. Begini ceritanya…

10 Maret 2018,

Ini pertama kalinya BEBEK punya tema khusus untuk acara BEBEK beraksi. Pertama kalinya punya peserta acara sampai 80an anak. Pertama kalinya mengusung konsep amazing race. Pertama kalinya menggaet relawan yang banyak.

Bertempat di SD Gemilang Mutafannin di Cimahi, kolaborasi dengan Edu-Cha yaitu sebuah organisasi yang bergerak dalam pendidikan karakter untuk anak-anak.  Edu-cha ini mengajarkan bahwa pendidikan itu tidak hanya harus di dalam kelas dan belajar formal banyak mata pelajaran, tetapi juga bisa di alam bebas dan belajar lewat media lain seperti menonton film-film yang mendidik dan memiliki nilai-nilai karakter yang patut dicontoh.

Mirip dengan apa yang ingin disebarkan oleh BEBEK yaitu bahwa sains itu tidak melulu tentang hal yang rumit yg hanya bisa dibahas di dalam kelas, namun bisa ditemukan di fenomena kehidupan sehari-hari dan bisa dipelajari dengan hal-hal yang menyenangkan seperti lewat permainan. BEBEK juga menjangkau semua adik-adik.  Kolaborasi kali ini super keren dan menyenangkan.

Di acara ini, BEBEK Beraksi mengusung tema bajak laut, terdapat 5 pos yaitu pos Flying Dutchman yang menunjukkan atraksi Trik atau Sains, Pos Segitiga Bermuda yang berisikan game Komunikata dengan menggunakan Telepon dari Kaleng dan Benang, Pos Caribbean dengan pertunjukkan eksperimen sains, Pos Atlantis dengan game kekompakan tim dan Pos Greenland sebagai pos terakhir untuk pembuatan alat sains.

Pesertanya adalah anak-anak SD kelas 5 dan 6 dari SD Interaktif Gemilang Mutafannin dan SD Sindangsari. Mereka dibagi ke dalam 8 tim yang bergantian memasuki pos. Aku sendiri salah satu yang ditempatkan di pos Flying Dutchman, mungkin karena aku ada di divisi kreatif dan biasanya jadi pesulap amatir di acara-acara BEBEK sebelumnya.  Di pos ini, aku dan 2 teman lainnya yaitu Qanun dan Nova menjadi perompak yang bertugas memberikan pertanyaan tentang sebuah atraksi, apakah atraksi tersebut sebuah trik atau sebuah sains. Ada 2 tim yang berkompetisi tiap sesinya. Tim yang menjawab benar akan mendapatkan koin emas, terlebih jika mereka bisa menjelaskan mengapa atraksi itu bisa disebut trik atau sains.

Awalnya grogi, sebenarnya aku selalu grogi, takut gagal dan mengecewakan, tetapi untungnya teman-teman selalu memberi dukungan. Senangnya, anak-anak di sana ternyata sangat antusias dan benar-benar menyimak apa yang kami berikan saat itu. Beberapa atraksi trik yaitu tali yang tetap tersambung lurus meski sudah diikat dan digunting, dan balon yang tidak meletus ketika ditusuk jarum. Sedangkan beberapa atraksi sains yaitu sedotan yang bisa menembus kentang, sedotan yang tidak terlihat ketika di dalam minyak, dan atraksi lainnya. 

“Mau koin lagi ga?”

“Mauuuu!”

“Masih semangat buat pertanyaan selanjutnya?”

“Masiiiih!”

Anak-anak terlihat begitu semangat dan senang. Mereka bilang it was the first time for them. Thank God i felt so blessed karena bisa memberikan sesuatu yang baru dan bermanfaat untuk mereka. 

Yang lebih hebat lagi, meski dengan tersipu malu dan mengeluarkan suara dengan amplitudo yang rendah, beberapa anak mampu menjawab alasan di balik atraksi sains!

Tekanan udara yang semakin besar, Udara yang menumpuk, Udara yang tidak keluar, meski diutarakan dengan berbeda, sedikit banyaknya mereka mengerti konsep dasar sebuah atraksi sains. Bravo!

Sebuah pengalaman yang sangat tidak terlupakan. Berpakaian ala bajak laut dengan topi dan pedang dari karton, sepatu boots dari kaos kaki panjang dan baju bekas, dan ikat pinggang bekas wamil (wajib militer) dulu. Semuanya terbayarkan dengan tatapan penuh rasa penasaran, senyuman, tawa dan jawaban-jawaban anak-anak di sana! So good to be there.

Berbagi itu nyata indahnya!

Berbagi ilmu, pengalaman, rezeki, nyata bahagianya!

Yuk jadi relawan!

 

Dhea Rineka

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *